#1 Pengantar

Jemparingan adalah seni budaya olahraga tradisional panahan. Seperti halnya olahraga panahan yang kita kenal, jemparingan juga menggunakan busur (bs. jawa: gandewo, gendewa) untuk melontarkan anak panah (bs. jawa: jemparing). Berbeda dengan olahraga panahan yang biasa kita saksikan, jemparingan memiliki beberapa perbedaan yang membuat kegiatan ini menjadi unik dan menarik,

#1. Duduk bersila.

Posisi duduk pemanah pada saat melakukan kegiatan jemparingan adalah dengan duduk bersila.

Posisi pemanah saat melepas anak panah dengan duduk bersila
Posisi pemanah saat melepas anak panah dengan duduk bersila

#2. Sasaran yang digunakan.

Olahraga panahan biasa menggunakan sasaran berupa lingkaran nilai, baik itu kelas tradisi maupun kelas-kelas lain yang dilombakan. Dalam jemparingan sasaran yang digunakan adalah orang-orangan (bs.jw: wong-wongan, bandulan) berbentuk silinder dengan panjang sekitar 30-33 cm dengan diameter 3.0-3.5cm;

Sasaran bandul yang digunakan dalam jemparingan
Sasaran bandul yang digunakan dalam jemparingan

#3. Busana yang digunakan.

Yang paling menarik adalah di dalam sebuah gladhen jemparingan para pemanah yang mengikuti perlombaan mengenakan busana jawa tradisional lengkap (bs.jw: jawi jangkep).

Peserta gladhen jemparingan menggunakan busana tradisional jawa lengkap (bs.jw: jawi jangkep)
Peserta gladhen jemparingan menggunakan busana tradisional jawa lengkap (bs.jw: jawi jangkep)

Baca artikel berikutnya untuk mengetahui peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan jemparingan: Jemparingan | #2 Peralatan