Jemparingan Semarakkan HUT KulonProgo Ke-65

0
320
Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Jemparingan Jatikusumo Kulonprogo dan Langenastran Yogyakarta tersebut mengikuti acara Jemparingan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo di Alun-alun Wates, Minggu (16/10/2016)

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Tangan kirinya dengan erat menggenggam gendewo. Sesekali, diliriknya sasaran yang bernama bandul tersebut. Kemudian perlahan satu mata terpejam, ditariknya tali gendewo kuat-kuat.

Dengan tenang anak panah dibidik menuju bandul yang letaknya sekitar 50 meter didepannya. Ya, satu buah anak panah mengarah tepat sasaran.

Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Jemparingan Jatikusumo Kulonprogo dan Langenastran Yogyakarta tersebut mengikuti acara Jemparingan yaitu sejenis memanah tradisional yang digelar oleh Dinas Kebudayaan KulonProgo di Alun-alun Wates, Minggu (16/10/2016).

Ponang Merdugandang, salah seorang peserta Jemparingan mengaku senang dapat mengikuti acara tersebut. Meskipun, ia mengaku masih kesulitan dalam segi teknik. Apalagi, jika salah dalam teknik dapat menyebabkan cedera.

“Kesulitan dari segi teknik dan membidik masih banyak koreksi,” Ujarnya.

Ponang pun becerita, dulu sempat berlatih Jemparingan di Langenastran, Yogyakarta. Namun, ia tidak berlatih secara rutin. Baru setelah ada pelatihan di Desa Pengasih, ia mulai kembali berlatih Jemparingan.

Sebagai salah satu generasi muda, Ponang berpendapat bahwa Jemparingan merupakan olahraga tradisional yang menarik. Jika rutin dilaksanakan dapat menarik minat warga Kulonprogo khususnya.

Untung Waluyo, Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo berharap masyarakat bisa mengambil makna dari acara Jemparingan tersebut.

Jemparingan sendiri lanjutnya, memilki makna bahwa orangtua harus dapat memberikan bimbingan yang baik kepada anaknya. Sehingga tujuan atau cita-cita yang diinginkan dapat tercapai.

“Gendewo itu wujud tanggung jawab orangtua. Anak panah itu sebagai anak. lha gendewo mengarah kan anaknya kemana, pastinya ke sasaran. Sasaran itu tujuan, Itu yang harus dipahami,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY